Lonchura ferruginosa
Pengelompokan: Spesies ini dulu menjadi satu dengan ras Lonchura malacca sebelum dipisahkan ke jenis sendiri.
Karakter umum: Jenis Munia (pipit) berukuran kecil-sedang, putih pada kepala dengan bagian tenggorokan dan bagian bawah berwarna hitam dan coklat pada bagian atas. Burung ini gampang dibedakan dari Munia kepala putih dari warna tenggorokannya. Burung muda tidak bisa dibedakan dengan burung muda dari munia kepala putih dan juga sangat sulit dibedakan dari Munia dada bersisik (bondol peking).
Status: Lokal dan kemungkinan jarang.
Habitat: Munia tenggorokan hitam adalah seekor burung dari area berumput, cenderung menyukai area basah dimana rumput, biji-bijian tumbuh dalam jumlah berlimpah dan menyediakan jumlah makanan yang berlimpah sepanjang tahun.
Kebiasaan dan Perilaku: Menyukai sawah saat padi menguning sempurna dan dianggap sebagai hama waktu dalam kawanan, biasanya bersama dengan munia kepala putih, tapi kadang dengan munia jenis lain. Setelah lepas dari induknya, burung muda berkeliling dan bergabung dengan burung muda jenis munia lainnya.
Makanan: Memakan biji-bijian rumput, memanjat, dan meloncat naik-turun pada batang tanaman dan melompat dari satu batang ke batang lainnya dengan lincah. Memiliki kaki kuku panjang yang beradaptasi bagus dengan kebiasaan makannya. Mampu menjangkau ke depan dan mencengkeram batang dari rumput atau padi di dekatnya dan menariknya hingga dia mampu makan biji-bijian sambil satu kaki tetap berpegangan pada batang rumput tersebut.
Pergerakan: Jarang berpindah-pindah, tapi burung muda berkeliling bersama dengan burung muda lainnya.
Penyebaran: Munia tenggorokan hitam ditemukan hanya di pulau Jawa dan Bali. Telah diperkenalkan ke Kepulauan Palau.
gelatikblog.wordpress.com





