Lonchura pallida
Dewasa: sangat mirip Munia kepala putih, tetapi memiliki warna tengkuk dan dada lebih abu-abu (atau coklat kemerahan), bagian bawah tubuh berwarna kuning peach, coklat kemerahan pada penutup ekor atas dan sisi tubuh.
Muda: sangat mirip dengan Munia kepala putih muda, tetapi berwarna lebih putih pada bagian bawah dan tidak ada warna coklat matang pada tunggirnya.
Identifikasi: Panjang 9 – 10 cm. Seekor Munia kepala pucat dari Sulawesi dan Nusa Tenggara, sangat mirip dengan Munia kepala putih tetapi wilayahnya tidak sama satu sama lain. Kepala dan wajah putih, dengan warna abu-abu atau coklat tua matang, denganpenutup ekor atas dan tunggir berwarna coklat chestnut, dan bagian bawah berwarna peach-orange terang.
Spesies yang agak sama: Sangat mirip dengan beberapa dari munia kepala putih atau kepala pucat. Munia kepala putih berwarna lebih gelap, coklat di bagian bawah tubuh dan penutup ekor bagian bawah berwarna hitam, dan warna putih pada kepala biasanya lebih banyak; anak jenis ferruginosa dari munia kepala hitam memiliki dagu berwarna hitam hingga dada dan penutup ekor bagian bawah hitam dan pada umumnya berwarna coklat lebih banyak atau lebih berwarna coklat kemerahan; anak dari tiga spesies ini kemungkinan tidak dapat dibedakan. Untuk perbedaan dari banyak kesamaan dengan pipit dari New Guinea, Mannikin berpita abu-abu dan Mannikin kepala abu-abu.
Deskripsi: Jantan dan betina mirip. Jantan dewasa: Dahi hingga mahkota dan wajah pucat atau coklat tanah; leher dan samping leher sedikit lebih abu-abu bercampur dengan coklat tua pada mantel, punggung dan skapular. Tunggir dan penutup ekor atas berwarna coklat terang kemerahan. Pada burung yang bulunya akan siap ganti bulu, ujung dari penutup ekor atas menjadi orange kekuningan. Ekor pendek dan tumpul atau melingkar pada ujungnya, coklat tua dengan tepi berwarna oranye hingga sayap bagian luar. Bulu primer dan tepian bulu sekunder dan tersier lebih pucat, lebih coklat muda. Dagu dan tenggorokan seperti wajah agak sedikit abu-abu; dada seperti leher dan samping leher berwarna coklat, dada bagian bawah, perut hingga perut bagian bawah dan sisi tubuh berwarna orange peach pucat; penutup ekor bawah mirip dengan tunggir dan penutup ekor atas tapi berwarna agak pudar. Paruh berwarna abu-abu atau abu-abu kebiruan. Kaki dan paha berwarna abu-abu gelap. Betina dewasa: Mirip dengan jantan dewasa, tapi agak pudar warnanya pada bagian atas dan bawah (tetapi tunggir, penutup ekor atas dan penutup ekor bawah seperti jantan). Remaja: Berwarna abu-abu coklat pucat pada dahi, mahkota hingga wajah dan leher; mantel, punggung, skapular dan tunggir coklat pucat atau agak luntur, penutup ekor atas berwarna sedikit coklat menyala; bulu ekor coklat muda, dengan bagian tengah bulu ekor lebih gelap. Dagu dan tenggorokan hingga dada bagian atas berwarna merah pucat keputihan.
Status, Habitat dan Kebiasaan: Terbatas di wilayahnya tetapi cukup umum. Berasa di sawah, padang rumput dan tepian perkebunan hingga ketinggian sampai 1400 m. Sering bersama dengan Munia (bondol) taruk atau bondol peking. Memakan biji-bijian rumput, padi dan biji-bijian kecil. Kebiasaan dan perilaku seperti munia lain-lainnya.
Penyebaran: Sulawesi tengah dan barat daya, Madu, Kalaotoa dan Nusa Tenggara: Lombok, Flores, Rote, Alor, Sawu, Dao, Kisar, Romang, Sermata dan Babar.





